Kurikulum dan Sistem Pendidikan di Pesantren Bina Insan Mulia

Pondok pesantren (ponpes) menjadi salah satu tempat yang bisa digunakan untuk belajar agama Islam secara mendalam. Para santri bisa menginap di asrama yang sudah disediakan oleh ponpes sehingga mereka akan lebih fokus dalam mempelajari agama Islam. Selain itu, banyaknya pilihan pesantren yang tersebar di berbagai wilayah menjadi kemudahan bagi masyarakat untuk memilih pesantren mana yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Bagi masyarakat yang tinggal di Jawa Barat, ada berbagai macam pesantren yang bisa mereka pilih. Salah satunya adalah Ponpes Bina Insan Mulia. Pondok pesantren ini terletak di wilayah Cirebon, Jawa Barat. Hal menarik dari Ponpes Bina Insan Mulia adalah keragaman etnik yang terdapat pada ponpes. Banyak santri yang berasal dari etnik yang berbeda. Akan tetapi, mereka memiliki sistem pendidikan dan kurikulum yang mengintegrasikan kurikulum pendidikan agama dengan kurikulum nasional.

Pendidikan di Ponpes Bina Insan Mulia

Ponpes Bina Insan Mulia merupakan sebuah pesantren yang ada di Cirebon yang memiliki basis pesantren modern. Selain itu, jumlah santrinya lebih dari 2000 santri dengan etnik yang beragam. Sebagai sebuah pesantren dengan basis pesantren modern, Ponpes Bina Insan Mulia memiliki beberapa jenjang pendidikan yaitu SMPIT, Madrasah Aliyah Unggulan Bertaraf Internasional, SMK dengan program keahlian Keperawatan, Teknik Komputer Jaringan, dan Broadcast Pertelevisian.

Ponpes Bina Insan Mulia menawarkan dua jenis program yaitu program reguler dan program VIP. Bagi para santri yang belajar di program reguler maupun VIP, mereka bisa menjalani program pendidikan dengan beberapa tahapan mulai dari semester 1 (belajar metode qiroati), semester 2 (tahfidz Al Qur’an 30 juz), semester 3 (nahwu sharaf), semester 4 (bahasa Arab dengan metode Al Arabiyyah Linnasyiin), dan semester 5 (belajar bahasa Inggris). Mereka juga bisa memilih program Eksakta yang dilakukan pada semester 6 sebagai persiapan untuk memasuki perguruan tinggi negeri.

Sementara itu, hal yang membedakan antara program reguler dan VIP adalah fasilitas yang didapatkan oleh para santri. Hal ini dikarenakan program VIP menggabungkan nuansa resort dengan sistem pendidikan pesantren. Sehingga, para santri akan lebih fokus dalam menuntut ilmu selama di pesantren. Bagi para santri yang berada di program reguler, mereka akan mendapatkan beberapa fasilitas seperti kolam renang, arena outbound, panahan, berkuda, sarana olahraga, perpustakaan, kamar yang dilengkapi dengan televisi, pusat kesehatan, International Study Center, dan beberapa kegiatan ekstrakurikuler. Sementara itu, bagi para santri yang berada di program VIP, mereka akan mendapatkan fasilitas tambahan pada setiap kamar yaitu kasur dan ranjang 2 tingkat, AC, kulkas, smart TV, komputer, Wi-Fi, dll. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan beberapa fasilitas pendukung yang lain seperti Smart Class atau International Class, perpustakaan, laboratorium, fasilitas olahraga, studio, klinik kesehatan, minimarket, dll.

Membuka Layanan Usaha Peci Songkok

Para santri yang tinggal dan belajar di sebuah pondok pesantren tentu perlu mengenakan baju yang sesuai dengan aturan pondok pesantren. Salah satunya adalah peci songkok yang digunakan oleh para santri laki – laki. Beberapa pondok pesantren mewajibkan bahwa peci songkok harus digunakan dalam semua kegiatan yang dilakukan oleh para santri. Sementara beberapa pondok pesantren hanya mewajibkan penggunaan peci songkok saat beribadah. Bagi masyarakat sekitar, mereka bisa menjadikan hal tersebut sebagai salah satu peluang usaha. Mereka bisa membeli peci songkok dalam jumlah yang banyak dari grosir peci kopiah songkok. Kemudian, masyarakat bisa menjualnya di sekitar pondok pesantren.